Kunjungan MA Mu'allimat NWDI Pancor, Balai Bahasa Provinsi NTB Perkenalkan Tugas dan Fungsi Lembaga

Mataram, 7 November--Balai Bahasa Provinsi NTB menerima kunjungan guru dan siswa MA Mu'allimat NWDI Pancor Jurusan Bahasa dalam rangka wisata belajar (study tour). Kunjungan ini diterima oleh perwakilan dari tujuh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Balai Bahasa Provinsi NTB. Kunjungan diterima di Aula Cilinaya, Balai Bahasa Provinsi NTB. MA Mu'llimat NWDI Pancor mengirim 19 santriwati dan 5 guru pendamping dalam kunjungan ini. Tujuan kunjungan ini adalah agar santriwati dapat mengetahui layanan Balai Bahasa Provinsi NTB dalam bidang kebahasaan dan kesastraan. Selain itu, santriwati juga dapat mengetahui jenis profesi yang ada di Balai Bahasa Provinsi NTB.

M. Isnaini, selaku kordinator MA Mu'allimat menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi NTB atas penerimaan kunjungan wisata belajar ini. Menurutnya, para santriwati perlu mengetahui bahwa Balai Bahasa Provinsi NTB adalah salah satu contoh lembaga yang bisa menjadi sumber untuk mendapatkan ilmu kebahasaan dan kesastraan di Nusa Tenggara Barat. "Terima kasih atas sambutan kunjungan kami kali ini. Seperti yang dapat dilihat, santriwati kami ini merupakan santriwati Jurusan Bahasa. Jadi, menurut kami, santriwati ini perlu mengetahui bahwa Nusa Tenggara Barat memiliki Balai Bahasa yang dapat dijadikan tempat untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai ilmu bahasa. Selain itu, jika selanjutnya ada santriwati kami yang berkuliah di Jurusan Bahasa, dapat pula menggunakan ilmunya untuk mengabdi pada negara melalui Balai Bahasa Provinsi NTB," ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dari masing-masing perwakilan KKLP. Toni Samsul Hidayat menjelaskan KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum dengan isunya yang paling dekat saat ini, yaitu banyaknya kasus pidana yang membutuhkan bantuan ahli bahasa. Safoan Abdul Hamid menjelaskan tentang isu profesi penerjemah yang saat ini kabarnya akan segera digantikan oleh Kecerdasan Buatan (AI). Dalam hal literasi, perwakilan KKLP Literasi, Nurcholis Muslim menjelaskan kegiatan penguatan literasi di berbagai mitra sekolah yang sudah bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi NTB, khususnya SMK PK.

Kasman dan Rijal juga menjelaskan bahwa Balai Bahasa Provinsi NTB juga mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan disabilitas netra dan rungu yang ada di Nusa Tenggara Barat. "Kami bekerja sama dengan SLBN yang ada di Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah serta menerbitkan Kamus Terpadu Sasambo-Isyarat-Aksara Braille dan membuat laman Kadaring SIBI (Kamus Dalam Jaringan Bahasa Isyarat Bahasa Indonesia)," ujarnya.

Kemudian, Kasman (KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra) menjelaskan posisi bahasa daerah dan perkembangannya di masa yang akan datang. Dalam penjelasannya, ia juga menjelaskan pentingnya slogan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, "Sebagai orang yang bergelut di bidang bahasa atau jurusan bahasa, kita harus memegang prinsip Badan Bahasa, yaitu Trigatra Bangun Bahasa: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing," ujarnya.