Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Pegawai, Badan Bahasa Lakukan Pelatihan TOEFL
Jakarta Pusat, 19 November 2024--Sebanyak lima pegawai Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mengikuti Pelatihan Bahasa Inggris dan Sertifikasi TOEFL yang diselenggarakan oleh Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara. Kelima pegawai tersebut adalah M. Syamsur Rijal, Rondiyah, Rizki Gayatri, Lentera Nurani Setra, dan Gilang Aryo Damar. Pelatihan Bahasa Inggris ini dilaksanakan sejak tanggal 18--22 November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 44 pegawai, baik pegawai pusat maupun balai dan kantor bahasa di seluruh Indonesia.
Dalam pembukaan kegiatan yang dilaksanakan pada 18 November 2024, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini. "Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kompetensi SDM sebelum melakukan pengembangan wawasan sesuai bidang kemampuan pegawai dalam pendidikan formal. Kegiatan ini sengaja tetap kami pertahankan untuk dijalankan sebab kami sadar betapa pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi pegawai pelajar. Oleh karena itu, diharapkan seluruh peserta mampu menunjukkan upaya terbaiknya dalam memanfaatkan kesempatan ini," ujarnya.
Ia pun berpesan kepada para peserta kegiatan untuk fokus mengikuti pelatihan ini mengingat pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Namun, fokus dalam belajar juga harus dibarengi dengan perasaan gembira, tidak ada distraksi dari hal yang lain, dan istirahat yang cukup mengingat pelatihan ini memiliki jadwal yang padat. Hal tersebut diperlukan agar mendapatkan hasil maksimal.
Pesan yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa senada dengan apa yang disampaikan Puji Retno Hardiningtyas, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. "Bawa nama baik pribadi dan Balai Bahasa Provinsi NTB. Lakukan pelatihan secara serius sehingga hasilnya maksimal," pesan Puji Retno sebelum peserta berangkat.
Sesuai jadwal yang telah diumumkan, pelatihan dilaksanakan selama lima hari. Hari pertama diisi dengan pembukaan dan tes awal penempatan kelas. Hari kedua hingga keempat diisi dengan materi Listening (Mendengar), Structure and Written Expression (Struktur dan Ekspresi Tulisan), dan Reading (Membaca). Pada hari terakhir akan dilaksanakan Proficiency Test (Tes Kemahiran) untuk menilai hasil dari pelatihan yang telah dilaksanakan.
Sebagai informasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mendorong para pegawai teknis untuk menempuh pendidikan lanjut ke luar negeri. Hal tersebut penting dilakukan agar kualitas organisasi dapat meningkat pesat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pegawai tidak hanya mahir menguasai bahasa Inggris dalam bidang akademik saja, tetapi juga dalam keseharian. Para peserta pelatihan ini diwajibkan berbicara bahasa Inggris, baik itu kepada para pengajar maupun rekan sesama pegawai. Tujuannya adalah agar terbiasa berbahasa Inggris.