Balai Bahasa Provinsi NTB Bersinergi dalam Program Literasi yang Diselenggarakan BPMP Provinsi NTB
Mataram, 8 Januari 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Persiapan Peluncuran Desa Literasi dengan tema "Desa Bayan Bercahaya" yang diselenggarakan oleh BPMP Provinsi NTB. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Media BPMP Provinsi NTB tersebut dihadiri oleh 24 peserta dari berbagai latar belakang dan unsur masyarakat. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, pada kesempatan terpisah menuturkan bahwa program yang digagas dan dilaksanakan oleh BPMP Provinsi NTB merupakan salah satu program inovasi yang menyasar desa literasi. "Hal ini tentu perlu disambut baik mengingat desa literasi merupakan program inovasi yang disasar. Program ini beririsan dengan tugas dan fungsi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat serta program inovasi yang membina berbagai desa wisata dan desa literasi. Kita perlu mendukung dan bersinergi dalam program ini," pesan Puji Retno.
Pada kegiatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Lentera Nurani Setra (Widya Bahasa Ahli Pertama) dan Baiq Ayu Candra (Pengolah Data dan Informasi). Kedua pegawai mengikuti kegiatan bersama dengan 22 peserta lainnya. Para peserta berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kab. Lombok Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Utara, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara, Universitas Mataram, Inovasi NTB, BGP Provinsi NTB, perwakilan Desa Bayan, perwakilan sekolah di Bayan, perwakilan Karang Taruna Desa Bayan, dan perwakilan Posyandu Desa Bayan.
Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman, menjelaskan bahwa hasil dari pertemuan kegiatan ini adalah rencana kegiatan peluncuran program Desa Bayan Bercahaya. Berdasarkan penuturannya, BPMP Provinsi NTB melakukan pendekatan melalui komunitas kelompok masyarakat yang paling kecil, tetapi secara struktural memberikan manfaat kepada masyarakat. "Apa yang kami lakukan ini bak gayung bersambut dengan program Kemdikdasmen, yaitu pelibatan semesta. Pelibatan semesta yaitu melibatkan seluruh unsur yang mempunyai sumber daya untuk mendorong tercapainya program yang sudah kita rancang. Sebenarnya, kami mengawali dari inovasi advokasi yang kami beri nama program "MbaK DeSi (Membangun Kolaborasi Bersama Desa Literasi)". Kami memulai gagasan ini dengan membangun literasi objek Desa Bayan. Sebenarnya, kami sepakat banyak isu yang ingin diselesaikan, tetapi mengerucut menjadi isu literasi yang menyasar pembinaan pendidikan anak sekolah. Alasannya adalah kurangnya kegiatan literasi di luar sekolah," papar Katman menjelaskan bahan program inovasi yang akan diluncurkan oleh BPMP Provinsi NTB.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, H. Adnan, sebagai mitra program Desa Bayan Bercahaya mewakili Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Ia berharap bahwa hasil diskusi ini dapat diimplementasikan dan BPMP Provinsi NTB dapat terus berinovasi menyasar desa-desa di Kab. Lombok Utara. "Kami berharap juga masyarakat dan tokoh di Kabupaten Lombok Utara yang hadir pada kegiatan ini dapat memberikan saran dan masukan untuk pembangunan kepada kami sehingga kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan Kabupaten Lombok Utara yang berbasis desa," tuturnya.
Berikutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara, H. M. Ali Fikri, turut menegaskan bahwa program positif ini perlu didukung penuh. Untuk itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara menyatakan akan membantu pengadaan Iqro sebagai salah satu bahan literasi agama di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Kepala Desa Bayan juga menjelaskan bahwa filosofi penamaan program "Desa Bayan Bercahaya" adalah harapan akan adanya jalan yang terang bagi masyarakat Desa Bayan mengingat letak Desa Bayan di kaki Gunung Rinjani. "Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap masyarakat Desa Bayan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang lebih baik untuk Desa Bayan," harapnya.
Pada kesempatan ini, Baiq Ayu Candra berbagi informasi praktik baik inovasi Mandalika-Desa Wisata Literasi (Mandalika-Dewisali) yang telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai program inovasi literasi, inovasi tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2023–-2024 dengan mengedepankan asas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan rencana pengembangan, serta tindak lanjut pemajuan inovasi literasi. Berdasarkan hasil diskusi, rencananya program inovasi ini akan diluncurkan pada hari Senin, 13 Januari 2025.