Balai Bahasa Provinsi NTB Mendukung Peluncuran BasaNTB dan Wikithon untuk Pelestarian Bahasa Daerah

Mataram, 11 Februari 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkesempatan menghadiri kegiatan Peluncuran BasaNTB dan Wikithon Publik yang diselenggarakan oleh Yayasan Youth Ecco Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Lombok Garden ini tidak hanya melibatkan perwakilan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai peserta, tetapi juga sebagai narasumber yang memberi pandangan tentang upaya pelestarian bahasa daerah. Narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Kasman (Widyabasa Ahli Muda) dan Rizki Gayatri (Widyabasa Ahli Pertama).

Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Gubernur Provinsi NTB, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Tri Budi Prayitno. Menurutnya, saat ini, terdapat 22,75% penduduk NTB dengan kategori pemuda. Hal ini penting untuk diketahui bersama. "Saya berharap WikiNTB melalui Ibu Tanaya selaku Pendiri Yayasan Youth Ecco Indonesia mampu menggarap hal-hal terkait kepemudaan dengan penuh kreativitas. Bagaimana Anda ke depan bisa dilihat dari bagaimana Anda saat ini. Apabila Anda aktif berkontribusi pada forum-forum kepemudaan, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin baru di dalam komunitas ini," ujar Tri Budi Prayitno saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Ia menambahkan, terdapat peluang besar bagi para pemuda untuk mengembangkan diri di era media digital. Ia berbagi pengalaman saat ditugaskan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB yang banyak melaksanakan kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tidak hanya itu, pada kesempatan ini, ia menyampaikan sambutan dari Penjabat Gubernur NTB, Hasanuddin. Tri Budi memaparkan bahwa bahasa adalah identitas diri yang mencerminkan peradaban masyarakat. Dengan demikian, inisiatif dari WikiNTB ini menjadi tugas pengembangan bahasa yang harus didukung bersama. Perlu adanya kolaborasi yang lebih luas antara Yayasan Youth Ecco Indonesia melalui WikiBasa dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran WikiNTB memberi ruang bagi para pemuda untuk aktif memberikan konten kebahasaan yang bermanfaat. "Saya berharap pelestarian bahasa berbasis kearifan lokal terus digalakkan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya di akhir sambutan.

Berikutnya, Ketua Yayasan Youth Ecco Indonesia, Walissa Tanaya Pranamasari, menyampaikan pandangan mengenai langkah kerja Yayasan Youth Ecco Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa tugas besar yayasan adalah mendorong partisipasi generasi muda. Perubahan besar dilakukan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten. “Kami berharap kami mampu membangun ruang untuk hak yang lebih inklusif. Kami ingin menciptakan kondisi yang setara di berbagai bidang. Suara kalian berharga. Kalian bukan sekadar penonton. Kalian adalah penggerak perubahan. Melalui Wikithon, kita upayakan hal-hal sederhana menjadi hal positif. Semoga kolaborasi yang kami bangun makin meluas untuk berbagi ruang perubahan yang lebih baik,” ucap Tanaya mewakili Yayasan Youth Ecco Indonesia.

Sesi pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi sebagai penguatan pemahaman. Materi bertajuk "Pelestarian Bahasa dan Sastra di Provinsi NTB" dibawakan oleh Kasman dan Rizki Gayatri. Kasman menjelaskan tentang profil lembaga, jumlah bahasa/dialek/subdialek, peta bahasa dan sastra di Provinsi NTB, dan jumlah sastra yang terpetakan. Terdapat 11 bahasa daerah di Provinsi NTB, yaitu bahasa Sasak, Samawa, Mbojo, Jawa, Bali, Bugis, Madura, Arab, Melayu, Mandarin, dan Bajo, dan masing-masing bahasa memiliki beberapa dialek dan masing-masing dialek memiliki beberapa subdialek. “Mempelajari bahasa bukan sekadar belajar membaca, tetapi juga mempelajari sejarah, politik, ekonomi, hukum, dan ilmu pengetahuan lainnya. Kami telah memetakan 876 karya sastra Nusa Tenggara Barat. Kami juga mengupayakan penguatan kembali bahasa-bahasa daerah di Provinsi NTB melalui Program Revitalisasi Bahasa Daerah. Saat ini, kami masih fokus melaksanakan Revitalisasi Bahasa Daerah yang menyasar tiga bahasa daerah besar di Provinsi NTB, yaitu bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo,” paparnya menjelaskan program yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam upaya pelestarian bahasa daerah.

Program yang telah dijalankan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sejalan dengan tujuan program yang dilaksanakan oleh Yayasan Youth Ecco Indonesia. Komunitas ini merupakan organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, partisipasi publik, dan pembinaan desa wisata. Melalui program Media BasaNTB dan Wikithon, Yayasan Youth Ecco Indonesia berupaya mendorong peningkatan partisipasi pemuda dalam isu publik dan meningkatkan kesadaran pemuda mengenai pentingnya isu pelestarian bahasa dan budaya lokal. Penjajakan kemitraan antara kedua lembaga sedang berlangsung dan diharapkan akan berlanjut melalui kemitraan resmi dalam program pelestarian bahasa daerah. Kegiatan peluncuran BasaNTB dan Wikithon dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan Duta Bahasa, Senyum Puan, Suara NTB, Idea, MAN 2 Mataram, dan perwakilan lembaga lainnya.