Hadiri Koordinasi Kemitraan dan Penguatan Layanan, Balai Bahasa Provinsi NTB Dukung BGP Provinsi NTB

Mataram, 20 Februari 2025—Bersama dengan Inovasi NTB, Balai Guru Penggerak Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Refleksi Kolaborasi Mitra Kerja dan Mitra Pembangunan Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Wisma Disiplin, Balai Guru Penggerak Provinsi NTB. Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi pemerintah dan swasta di Pulau Lombok.

Kegiatan yang terselenggara atas inisiasi Inovasi NTB ini juga turut mengundang Balai Bahasa Provinsi NTB. Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB ditemani Lentera Nurani Setra (anggota KKLP Literasi) hadir dalam pertemuan strategis ini untuk menjajaki kolaborasi dengan calon mitra.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi NTB, Wirman Kasmayadi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk selalu mengingat permasalahan pendidikan di NTB dan bagaimana lembaga pendidikan harus bersikap. “Tingkat literasi dan numerasi di NTB masih tergolong sedang. Bahkan, di beberapa aspek mendapat nilai kurang. Selain itu, angka putus sekolah di provinsi kita masih cukup tinggi. Kita, baik instansi pemerintah maupun swasta, harus saling berkolaborasi untuk menuntaskan permasalahan ini,” jelasnya.

Kegiatan kolaborasi antara Balai Guru penggerak Provinsi NTB dan Inovasi NTB ini berlangsung intens, tetapi dengan suasana yang hangat. Perwakilan setiap instansi saling menjelaskan tugas dan fungsi intansi masing-masing.

Pada sesi pertama, peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar dan diminta mengurutkan spektrum hubungan antarlembaga. Dalam kegiatan ini dirumuskan bahwa spektrum hubungan antarlembaga ada tujuh poin, yaitu berkompetisi, berdampingan, berkomunikasi, bekerja sama, berkoordinasi, berkolaborasi, dan integrasi. Dari ketujuh spektrum tersebut, peserta diminta untuk menilai dan menjelaskan sejauh mana instansinya bekerja bersama dengan instansi lain. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih intensif dan tepat guna.

Dalam kesempatan diskusi, Puji Retno menjelaskan bahwa selama ini Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berupaya untuk menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, baik instansi vertikal, horizontal, swasta, dan LSM. “Sejak tahun 2022, Balai Bahasa Provinsi NTB sudah menjalin kemitraan dengan 73 mitra. Sebanyak 17 mitra merupakan perguruan tinggi negero/swasta, 8 lembaga negeri/swasta, 7 komunitas literasi, dan 41 sekolah negeri/swasta. Hal tersebut adalah bentuk komitmen kami dalam melayani masyarakat dengan maksimal,” tegas Puji Retno.

Pada sesi kedua, peserta diminta menuliskan fungsi dan program prioritasnya dalam kertas berukuran A3. Kertas tersebut kemudian dipajang di depan sehingga menjadi semacam galery walk. Peserta  diminta untuk menilik dan mencermati kertas pajangan tersebut agar lebih mengetahui dan memahami tugas dan fungsi lembaga lain sehingga dapat memetakan kemungkinan kerja sama.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan reviu standar pelayanan Balai Guru Penggerak Provinsi NTB. Reviu standar pelayanan dilakukan agar Balai Guru Penggerak Provinsi NTB dapat memperbaiki layanan yang diberikan kepada masyarakat. Lebih jauh lagi, reviu standar pelayanan ini merupakan upaya Balai Guru Penggerak Provinsi NTB untuk meraih ZI-WBK demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan.