Balai Bahasa Provinsi NTB Melakukan Penguatan ZI-WBK 2024 dan Pesrsiapan ZI-WBBM 2025

Mataram, 11 Maret 2025--Langkah penguatan implementasi Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) kembali dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dipimpin oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, seluruh pegawai mengevaluasi pelaksanaan ZI-WBK 2024 dan merumuskan langkah-langkah pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM). Bertempat di Ruang Anjani Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi memberikan arahan penguatan untuk memastikan tujuan pembangunan ZI-WBBM dapat segera dilaksanakan bersama.

Ia memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan berbagai pandangan dan capaian. Dalam hal lain, kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang nantinya bisa menjadi pijakan untuk meneruskan perjuangan menuju ZI-WBBM. "Pertama, kita perlu mengetahui hasil evaluasi ZI-WBK karena pembangunan itu tidak mungkin 100% sempurna. Meskipun secara dokumentasi hampir sempurna, ketika belum 100% maka kita harus mengetahui celah-celah kekurangan yang perlu kita isi dan lengkapi. Perlu adanya evaluasi rutin secara berkala. Jangan sampai evaluasi tidak kita lakukan. Di tahun 2025, kita harus membuktikan bahwa kita memang satker yang sudah lulus ZI-WBK dan siap menuju ZI-WBBM,” papar Dwi Pratiwi memberikan arahan dan motivasi untuk seluruh pegawai.

Menurutnya, masa satu tahun ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat harus mempersiapkan diri untuk maju ZI-WBBM di tahun 2026. Idealnya, tahun 2025 ini adalah masa pelaksanaan dan penguatan ZI-WBK. “Jangan sampai kita lengah dan terjerumus sehingga tidak mendapatkan kesempatan untuk menguatkan ZI-WBK dan melanjutkan perjuangan ke ZI-WBBM. Di masa ini, kita justru harus berhati-hati dan saling menguatkan. Lebih susah memelihara dibandingkan membangun. Kita harus membuktikan kepada masyarakat bahwa kita memang satker yang layak meraih ZI-WBK. Kedisiplinan juga harus kita jaga. Pimpinan harus mengawal kedisiplinan internal yang telah dibangun. Secara eksternal, kita harus membuktikan inovasi dan layanan berdampak kepada masyarakat,” tambahnya meyakinkan hal-hal yang menjadi perhatian bersama.

Penguatan pelaksanaan survei dan testimoni dengan pemangku kepentingan tidak luput menjadi catatan yang harus dikawal oleh Tim Reformasi Birokrasi Internal (RBI). Berdasarkan penuturannya, kegiatan studi tiru sebelum melangkah ke pembangunan Zona Integritas ZI-WBBM, bisa menjadi salah satu metode pembelajaran lembaga. Dengan mengunjungi langsung satker yang sudah ZI-WBBM, maka Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mendapatkan aura pembangunan ZI-WBBM.

Ia menambahkan bahwa penyusunan SK ZI-WBBM yang mencantumkan tahun mulai pembangunan dengan sistem formatur pembangunan ZI-WBBM harus dilakukan dan menjadi bentuk penguatan administrasi. Selanjutnya, pencanangan ZI-WBBM perlu dilakukan sejak tahun 2025. Tidak hanya itu, pada momen koordinasi ini, seluruh perwakilan Pengungkit I–VI ZI-WBK menyampaikan hasil evaluasi sepanjang tahun 2024. Masing-masing pengungkit memaparkan inovasi yang telah dilaksanakan. Berbagai catatan reviu yang menjadi bahan masukan disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengungkit I diwakili Lentera Nurani Setra menjelaskan tentang peran Role Model dan Agen Perubahan. Pengungkit II diwakili Rizki Gayatri menjelaskan inovasi Mandalika i-POS. Pengungkit III diwakili Made Ana Susanthi memaparkan tentang inovasi Mandalika-BISA (Mandalika-Berbagi Ilmu untuk Siapa Saja). Pengungkit IV diwakili M. Syamsur Rijal menjelaskan tentang Mandalika-BIKA (Mandalika-Berbagi Informasi Keuangan). Pengungkit V diwakili Ni Wayan Widiartini merincikan poin-poin pelaksanaan pengawasan. Pengungkit VI diwakili Baiq Ayu Candra menjelaskan tentang Mandalika-Dewisali (Mandalika-Desa Wisata Literasi), Mandalika-Bumi (Mandalika-BIPA untuk Masyarakat Inovatif), Mandalika-Udara (Mandalika-ULT dalam Jaringan), dan Sidaya (Sistem Informasi, Data, dan Layanan). Seluruh paparan yang disampaikan oleh para perwakilan tim menjadi acuan untuk bahan pengembangan inovasi menuju ZI-WBBM.

Dwi Pratiwi menegaskan bahwa Tim RBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat perlu mengemas dan mengembangkan inovasi Mandalika-Bumi dan Mandalika-Dewisali. "Jika memungkinkan kita bisa mencari dan melaksanakan inovasi yang menembus batas sehingga kebermanfaatan lembaga dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Program Mandalika-Dewisali dan Mandalika-Bumi dapat dilanjutkan dengan pemilihan dan pendampingan tunas literasi hasil kegiatan tahun 2024. Tunas ini merupakan bibit yang diharapkan dapat menjadi mitra pengimbasan," tutupnya saat memberikan pernyataan kesimpulan.

Penguatan terakhir diberikan oleh Ketua Tim RBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kilep Mariani. Ia mengimbau seluruh tim untuk terus semangat berjuang dan melaksanakan tugas-tugas evaluasi secara berkala pada seluruh komponen pendukung. Jika memang ada kendala pelaksanaan tugas, maka perlu dilaporkan dan dicarikan solusi bersama.