Balai Bahasa Provinsi NTB Membagikan Praktik Baik Pembangunan ZI-WBK kepada Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau

Mataram, 21 Maret 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB menerima permohonan percontohan Pembangunan ZI-WBK dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk berbagi praktik baik pembangunan ZI-WBK yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB beserta jajarannya dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau beserta jajarannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, menyampaikan sambutan. “Dalam membangun ZI-WBK, selalu saya sampaikan, modal utama adalah semangat kebersamaan dan persepsi yang sama. Jika hal itu sudah kita miliki, untuk selanjutnya tidak ada yang kita sebut sebagai kesulitan. Pembangunan ZI-WBK saya ibaratkan bagai menaiki gunung atau menembus tembok raksasa, seberat apapun beban tersebut, jika digotong bersama akan menjadi ringan. Gunung yang tinggi dan tembok raksasa akan dapat kita daki dan terobos dengan kebersamaan,” ujarnya menyemangati Tim ZI-WBK Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau.

Pada kesempatan yang sama, Kilep Mariani, Ketua Tim RBI Balai Bahasa Provinsi NTB, menjelaskan hal-hal awal yang perlu dipastikan terkait administrasi dan tata cara dalam menyiapkan pembangunan ZI-WBK. Selain itu, ia juga menjelaskan prosedur pembimbingan ZI-WBK yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI). Mariani menyampaiakan bahwa pembangunan ZI-WBK bukan hanya tentang data, tetapi mencakup berbagai komponen, seperti capaian kinerja dan aksi-aksi yang harus dilakukan di dalamnya. 

Kegiatan dilanjutkan oleh masing-masing koordinator area perubahan menyampaikan secara singkat hal-hal yang penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan di dalam masing-masing komponen area perubahan. Koordinator Pengungkit I, Lentera Nurani Setra, mengawali dengan menjelaskan terkait manajemen perubahan. Ia menyampaikan terkait dengan penyusunan tim kerja, rencana pembangunan zona intergritas, pemantauan dan evaluasi pembangunan WBK/WBBM, dan perubahan pola pikir dan budaya kerja. Selanjutnya, Rizki Gayatri, Koordinator Pengungkit II, menjelaskan terkait penataan tata laksana. Ia menyampaikan terkait dengan Prosedur Operasional Standar (POS), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Setelah itu, Koordinator Pengungkit III, Made Ana Susanthi, menjelaskan tentang penataan sistem manajemen SDM. Ia menyampaikan terkait perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi, pola mutase internal, pengembangan pegawai berbasis kompetensi, penetapan kinerja individu, penegakan aturan disiplin pegawai, dan sistem informasi kepegawaian. Koordinator Pengungkit IV, M. Syamsur Rijal, melanjutkan dengan menjelaskan tentang penguatan akuntabilitas. Ia menyampaikan terkait dengan keterlibatan pimpinan dan pengelolaan akuntabilitas kinerja. Setelah itu, Koordinator Pengungkit V, Ni Wayan Widiastini, melanjutkan dengan penjelasan terkait penguatan pengawasan. Ia menyampaikan terkait dengan pengendalian gratifikasi, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), pengaduan masyarakat, _whistle blowing system_, dan penanganan benturan kepentingan. Terakhir, Baiq Ayu Candra, Koordinator Pengungkit VI, menjelaskan terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menyampaikan tentang standar pelayanan, budaya pelayanan prima, penegelolaan pengaduan, penilaian kepuasan terhadap pelayanan, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Setelah penyampaian masing-masing area perubahan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusias Tim ZI-WBK Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau dalam mengajukan pertanyaan membangkitkan semangat diskusi. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB dan seluruh pegawai berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dalam pembangunan ZI-WBK oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau.