Balai Bahasa Provinsi NTB Kuatkan Komitmen Zona Integritas Melalui Sosialisasi serta Pemantauan dan Evaluasi Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Mataram, 16 April 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB melakukan sosialisasi serta pemantauan dan evaluasi area perubahan penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Agenda ini merupakan kegiatan penting dalam pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI-WBBM). Kegiatan dilaksanakan di Ruang Anjani, Balai Bahasa Provinsi NTB dengan dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB beserta seluruh pegawai.
Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa agenda penting yang dilaksanakan secara paralel. Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi, Sosialisasi Pengaduan Masyarakat, Sosialisasi Whistle Blowing System (WBS), dan pemantauan dan evaluasi penguatan pengawasan disampaikan oleh Tim Pengungkit V. Adapun Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima disampaikan oleh Tim Pengungkit VI.
Pada Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi disampaikan tentang pengertian dan jenis gratifikasi. Selain itu, disampaikan pula giat kampanye tolak gratifikasi yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. Pada Sosialisasi Pengaduan Masyarakat disampaikan tentang pengertian, jenis, dan prosedur penanganan pengaduan. Selain itu, disampaikan pula kanal-kanal pengaduan yang dimiliki oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. Pada Sosialisasi Whistle Blowing System (WBS) disampaikan tentang pengelolaan WBS internal dan eksternal. Pada agenda pemantauan dan evaluasi penguatan pengawasan disampaikan temuan-temuan dalam proses evaluasi penguatan pengawasan baik dalam pengendalian gratifikasi, SPIP, pengaduan Masyarakat, WBS, dan benturan kepentingan. Selanjutnya, pada Sosialisasi Budaya Pelayana Prima disampaikan kriteria-kriteria pelayanan prima yang harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap petugas pelayanan di Balai Bahasa Provinsi NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Pratiwi, selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB menyampaikan arahan dan penguatan terkait dengan agenda yang dilaksanakan pada pagi hari ini. “Pada proses menuju ZI-WBBM ini, tahapannya sudah bukan lagi tentang sosialisasi, tetapi tentang penguatan komitmen. Tahun ini dan tahun berikutnya merupakan tahap penerapan, pengaplikasian, dan pembiasaan oleh seluruh lapisan yang ada di Balai Bahasa Provinsi NTB,” ujarnya mengingatkan.
Selanjutnya, di akhir kegiatan dilanjutkan dengan agenda Deklarasi Benturan Kepentingan. Dalam agenda ini, seluruh pegawai Balai Bahasa Provinsi NTB dengan dipimpin oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB melakukan deklarasi penolakan terhadap tindakan-tindakan yang berkaitan dengan praktik benturan kepentingan. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan penandatanganan terhadap deklarasi benturan kepentingan.