Esai Membaca Kembali Puisi-Puisi Chairil Anwar

Nuansa kental nan muram, kepadatan yang dilipat dan dipepat, segala sesuatu yang seperti
terdesak dan tersingkir, berteriak lantang penuh nada seruan, hentakan, dan pertanyaan.
Begitulah nuansa yang mula-mula terpancar ketika membaca kembali puisi-puisi Chairil
Anwar, khususnya yang terangkum dalam buku puisinya yang berjudul “Kerikil Tajam dan
Yang Terampas dan Yang Putus” Penerbit Dian Rakyat (Cetakan ketigabelas, 1995). Nuans. [...]

Puisi-puisi Dinullah Rayes

 

  1. Gema Aksara dan Rasa

 

Dari sebuah noktah

kutoreh garis datar

menuju kota anak-anak benua

tegak lurus arah bulan dan surya

kata literasi dan rasa nurani menggetar tirai jendela dunia:

"Kembali ke jati diri yang manusiawi

luluh dalam semesta cinta kasih-Nya."

 

Kau pun gegas tutupi lubang daun telinga

hingga tak terse. [...]

Cerpen Telinga Bumi

Aku mendengar kelakar dua pemuda yang hobi merambat ke gunung dan bukit-bukit. Mereka bilang jika di negara kita banyak sarjana muda yang tak mampu menghidupi kehidupannya sendiri, apalagi menghidupi orang lain. Mereka tak sadar dengan yang diucapkan. Lupa jika tadi pagi sebelum berangkat mereka meminta ongkos naik angkot dan bus, uang sewa tenda, dan biaya hidup seminggu kepada ibunya. Aku tak tahu mereka mengeluh kepada siapa. Walau sejujurnya, awan dan burung-burung terus memperhatikan ger. [...]

Esai Bahasa Indonesia yang Hilang dan Muncul di Netflix dan Pemasaran Digital

Semenjak kemunculannya hingga hari ini, media sosial tidak sebatas menjadi alat komunikasi dua arah. Media sosial melahirkan masyarakat baru. Banyak pola yang berubah termasuk urusan komunikasi. Ruang publik yang selama ini kita alami di dunia nyata juga tersedia lebih luas di media sosial, tanpa batas, tanpa sekat, dan menembus ruang dan waktu.

Apalagi ketika dunia pada tahun 2020 dilanda virus Corona, dunia maya benar-benar m. [...]

Menampilkan halaman ke-31 sampai 31 dari 75 Total Artikel