Esai Sastra Terjemahan: dari Diplomasi Kultural hingga Soal Garapan

Dalam sebuah kesempatan, seorang sastrawan dan budayawan, Iman Budhi Santosa, pernah menyinggung soal keterkaitan antara industri pariwisata dan sastra kita. Persinggungan ini ia tulis dalam esainya yang berjudul “Prospek Pemasaran Sastra di Sektor Pariwisata”. Esainya itu membeberkan seputar harapan agar produksi karya sastra kita dapat dibaca khalayak wisatawan mancanegara saat berkunjung ke berbagai objek wisata di Indonesia.  Baginya, ini menj. [...]

Kosakata Tiga Bahasa Daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo

Salah satu upaya untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah di Nusa Tenggara Barat agar tidak punah adalah melakukan pendokumentasian bahasa dan sastra daerah. Oleh sebab itu, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan inventarisasi kosakata tiga bahasa daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat, yaitu bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo. Pada kesempatan kali ini, mari kita simak beberapa kosakata bahasa daerah, berupa kata kerja berikut ini.

 

Baha. [...]

Puisi-puisi Inka Gusti Fahriansyah

Tanggal Ibadah

 

Orang-orang dibangunkan jam wasiat.

Sekalian doa dipasang.

Sebelum gedung dibidik pagi.

Dengan sinar nasib yang dikejar para pelancong.

 

Usia berjalan ke kanan.

Membawa malam semakin ramai.

Suara menyerang hening dan kening.

Di penghujung bulan kalender.

 

Zikir memperkhusyuk malam.

Sebuah tangisan kecil.

Menjumlah angka-angka tagiha. [...]

Esai Pentingnya Sains Berbahasa Indonesia

Survei terbaru dari Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan penguasaan sains anak-anak Indonesia masih jauh di bawah rata-rata negara ASEAN. Selama 18 tahun, Indonesia selalu menempati peringkat sepuluh terbawah dalam tes PISA sejak pertama kali ikut pada tahun 2000. Minimnya literatur sains berbahasa Indonesia yang beredar di ruang publik menjadi salah satu penyebabnya. Program menggalakkan penulisan dan penerjemahan buku-buku s. [...]

Esai Membaca Kembali Puisi-Puisi Chairil Anwar

Nuansa kental nan muram, kepadatan yang dilipat dan dipepat, segala sesuatu yang seperti
terdesak dan tersingkir, berteriak lantang penuh nada seruan, hentakan, dan pertanyaan.
Begitulah nuansa yang mula-mula terpancar ketika membaca kembali puisi-puisi Chairil
Anwar, khususnya yang terangkum dalam buku puisinya yang berjudul “Kerikil Tajam dan
Yang Terampas dan Yang Putus” Penerbit Dian Rakyat (Cetakan ketigabelas, 1995). Nuans. [...]

Menampilkan halaman ke-26 sampai 26 dari 74 Total Artikel